ANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI DASAR PENILAIAN KEUANGAN KINERJA PADA PEMERINTAH DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2024

0

Penelitian ini menganalisis laporan keuangan Pemerintah Kota Sukabumi Tahun 2024 sebagai dasar penilaian kinerja keuangan daerah menggunakan metode deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis tiga rasio keuangan menunjukkan bahwa kinerja keuangan daerah berada pada kondisi cukup baik dari sisi efisiensi, dibuktikan dengan rasio efisiensi 99,96% yang berarti belanja daerah telah dikelola optimal terhadap pendapatan yang diterima. Namun, rasio kemandirian daerah hanya 17,62%, menandakan ketergantungan yang masih tinggi pada pemerintah pusat. Selain itu, rasio efektivitas PAD sebesar 1,43% menunjukkan bahwa realisasi PAD masih sangat rendah dibandingkan target yang direncanakan, sehingga potensi pendapatan daerah belum dimanfaatkan secara maksimal. Temuan tersebut menegaskan perlunya peningkatan kemandirian fiskal serta optimalisasi pengelolaan PAD untuk memperbaiki kinerja keuangan Pemerintah Kota Sukabumi di masa mendatang.

u378-download

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laporan keuangan Pemerintah Kota Sukabumi tahun 2024 sebagai dasar dalam menilai kinerja keuangan daerah. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga rasio keuangan, yaitu rasio efisiensi keuangan daerah, rasio kemandirian daerah, dan rasio efektivitas PAD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi telah mencapai tingkat efisiensi yang baik dengan nilai rasio 99,96%, yang mengindikasikan bahwa belanja daerah telah dikelola secara optimal terhadap pendapatan yang diterima. Namun demikian, rasio kemandirian daerah hanya mencapai 17,62%, yang berarti ketergantungan pada bantuan pemerintah pusat masih sangat tinggi. Hal ini menunjukkan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pembiayaan daerah masih terbatas. Selain itu, rasio efektivitas PAD hanya sebesar 1,43%, yang memperlihatkan bahwa realisasi PAD jauh dari target yang direncanakan. Kondisi ini menegaskan bahwa pengelolaan PAD belum berjalan efektif dan potensi pendapatan daerah belum dioptimalkan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa meskipun efisiensi belanja sudah baik, peningkatan kemandirian dan efektivitas pengelolaan PAD sangat diperlukan untuk memperbaiki kinerja keuangan daerah di masa mendatang.

About Contributor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *